Archive for March, 2005

Delayed Flight

Wednesday, March 23rd, 2005

Pak Joko AbdulManan dari PLN Bojonegoro meminta saya agar memberikan tutor singkat mengenai Wireless LAN hari ini tgl 24 Maret 2005. Karena tempat acaranya di Bojonegoro yang masih sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil dari Bandara Surabaya Sidoarjo maka saya booking 1 seat untuk BDO-SBY ternyata saya mendapatkan tiket pesawat Pelita Air Service. Sebuah perusahaan airways anak perusahaan Pertamina, perusahaan minyak raksasa Indonesia yang selalu mengaku rugi. :p Setelah shalat shubuh langsung saya menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung. Dan ternyata flight ke Sby saya terkena delay yang cukup lama. Tentative diumumkan karena alasan teknis akan telat sekitar 1jam lebih. Waduuuh kacooow. Terpaksa saya minta agar waktu sesi saya ditukar agar tidak mengganggu acara. Padahal kalau memang saya mengetahui flight saya akan delay saya akan memilih menggunakan MNA/Merpati. Lagi, manusia hanya berencana sedangkan Allah yang menentukan. Sebal sih sebal tapi saya mencoba enjoy menikmati kejadian ini.

Ternyata sekarang Bandara HS cukup ada perkembangan juga ya disana ada juga Executive Lounge Sangkuriang. Exc. Lounge ini menerima CC Gold dari GE, Lippo dan Citibank. Dan kebetulan saya jg memiliki Citibank Master Gold jadi ya tinggal gesek aja Citibank yang bayarin hehehehe. Kadang diantara sisi negativenya memiliki CC ada jg manfaat positifnya juga. Ya lumayan kan tidak terlalu keuheul menunggu.. karena urusan menunggu ini kadang bisa jadi sesuatu yang paling menyebalkan. Dan ternyata Flight Trigana ke JKT (Halim) mengalami delay juga. At least gak sendiri juga yang telat.

Sangkuriang Executive Lounge ternyata jg masih bersih asik juga walaupun hidangan cemilannya tidak seperti di CGK dan Executive Lounge lainnya di Indonesia. Tetapi yang pasti lebih bagus daripada yang di Hang Nadim Batam.  Selain mojang Bandung yang ramah jaga, fasilitas lainnya tetap masih terpelihara karena baru kali yaaaa. Mudah-mudahan bisa terus terpelihara.

Pelita Air Service ternyata menggunakan Fokker 28 dan saya kebagian seat di belakang persis sebelum jajaran seat terakhir. Wah sepertinya long weekend ini lumayan padat, sekitar 95% seat terisi penuh. Mesin jet meraung-raung serasa benar-benar di sebelah telinga, dan getarannya sangat terasa sekali. Rencana tidur sepanjang perjalanan rasanya tidak bisa terlaksana. Sebelahku sepertinya seorang ABG yang mungkin akan mengunjungi sanak saudaranya jadi no interest to start conversation. Perasaan saya dari dulu sejak mulai traveling menggunakan transportasi umum belum sekalipun duduk bersebelahan dengan wanita cantik. Heheheheh mungkin ya karena bukan jatahnya terus ya..

Dalam waktu penerbangan 1 jam ini rasanya agak sulit melakukan sesuatu yang bermanfaat selain duduk dan membaca sesuatu. Mengeluarkan notebook dan bekerja untuk jangka waktu 1 jam rasanya cukup kagok selain karena tempatnya cukup sempit pula. Ya tidak lama kemudian akhirnya Nasi Kuning dengan 1 irisan telur rebus dan meatball, kerupuk udang dan potongan buah dihidangkan untuk sarapan. Not bad… at least ada kerjaan juga di dalam pesawat.

Smooth landing captain… Alhamdulillah landing dengan selamat jam 8 lebih beberapa menit saja. Menunggu bagasi terasa sangat lama sampai akhirnya salah satu petugas menghampiriku untuk menanyakan apakah saya menunggu barang dengan "tag" terlepas yang berada di tangganya. Setelah mencocokan dengan potongan "tag" akhirnya petugas bagasi tersebut meminta saya menunggu karena barang tersebut ada di suatu tempat aman menurutnya. Syukurlah tidak lama kemudian bagasi yang saya tunggu-tunggu segera tiba.

Mas Ledi adalah asisten Pak Joko yang dikirim untuk menjemput saya di Bandara Juanda Surabaya. Mas Ledi ternyata tidak memiliki informasi flight yang digunakan saya dari Bandung. Tetapi SMS darinya sudah sampai dan sempat misscall sekali juga. Bingung juga pas sampai di arrival door karena ternyata saya pun tidak tau yang mana Mas Ledi itu. Akhirnya saya call dan ketemu.

Perjalanan menuju Bojonegoro ternyata memakan waktu cukup lama juga, ya sekitar hampir 3 jam. Terus terang saya belum pernah ke daerah ini. Setelah sampai di Kantor APJ PLN Bojonegoro akhirnya saya langsung menemui Pak Joko yang pada saat itu sedang sibuk dengan acaranya. Wah saya langsung tidak pede nih karena yang datang ternyata banyak juga yang hadir.

Sesi presentasi giliran saya tiba, dengan sedikit agak kaku saya memulainya dan akhirnya selesai juga. Ya mungkin karena mereka juga baru sekali dengan teknologi WLAN jadi mungkin bisa jadi masih bingung juga. Anyway rasanya memang harus dibiasakan berbicara dengan santai dalam sebuah forum. Ya sebetulnya I have nothing to loose but I dont want to have a wrong impression somehow. Setelah selesai sesi giliranku akhirnya sekarang saya harus kembali ke Bandara Juanda sebelum jam 17:35 karena flight dari Surabaya ke Bandung dengan menggunakan MNA take-off.

Alangkah dongkolnya pada saat saya memberikan tiket MNA kepada Excecutive Check in & Baggage handling (ini jg memerlukan ANZ gold credit card untuk mendapatkan service gratis) ternyata Flight MZ611 tujuan Bandung sudah dinyatakan delay sampai jam 19:30. Jackpot deh hari ini pergi dan pulang kedua flight mengalami delay. Ya sabarlah jadi pilihan saat itu. Mau kesal dan marah juga percuma kan. Akhirnya saya masuk ke dalam Executive Lounge Garuda untuk istirahat menunggu flight yang masih sekitar 2 jam-an lebih. Lagi-lagi ANZ Gold card saya cukup sakti untuk mendapatkan fasilitas gratis ini. Tempat menunggu ini mungkin tempat yang terbaik saya pernah rasakan untuk di Bandara Juanda Surabaya. Selain comfort dan cozy hidangannyapun cukup banyak pilihan akhirnya digilir deh satu persatu semuanya……
Karena waktu menunggu boarding masih lama maka saya sempat memasuki dua executive lounge lainnya untuk menunggu dan mencicipi hidangannya sampai hilang napsu :p

MNA MZ611 menggunakan Boeing 737-200 dan saya kebagian di seat 10F. Seat jajaran 10 adalah tempat emergency exit door jadi cukup luang tempatnya. Ternyata ke-2 seat sebelah saya 10E dan 10D tidak ada yang menempati jadi saya dengan santai bisa selonjoran…. ya asik lah itung-itung relaksasi sedikit. Terus terang konsumsi yang dibagikan MZ611 adalah snackbox yang sama ketika MNA bagikan di saat menunggu kedatangan pesawat dari Denpasar.  Karena enak selonjoran 1 jam tidak terasa dan saya bisa tidur nyenyak dalam cabin.

BBM haruskah naik ??

Sunday, March 20th, 2005

BBM (Bahan Bakar Minyak) haruskah naik ?
Setahu saya BBM kita ini telah menyita besar sekali subsidi pemerintah. Dan seiring harga minyak bumi yang makin melonjak akhirnya memang subsidi harga BBM harus dikurangi bagaimanapun. Karena sesuatu yang disubsidi itu artinya "tidak sehat". Beban bagi rakyat terasa lebih berat tetapi inilah "real life", kita harus mulai terbiasa dengan dunia nyata.
Subsidi memang meringankan tetapi akhirnya menjerumuskan dan membuat kita hidup dalam "unreal cost" saya kira pemerintah memiliki hal lainnya yang harus disubsidi seperti fasilitas umum lainnya seperti kesehatan dan pendidikan.

Mengapa sekarang ?
Mengapa sekarang BBM naiknya ??? kenapa gak jaman dulu Pak Harto aja … saya yakin dari dulu kita selalu mendapatkan harga tidak ril. Harga BBM yang disubsidi negara banyak dinikmati para produsen manufaktur dan berbagai fihak lainnya menurut saya tidak berhak mendapatkan keringanan ini. Bahkan ada yang bisa meraup keuntungan dengan menjual BBM ke luar negeri atau di laut bebas. Bisa dibayangkan jika memang harga BBM ini harga pokoknya selalu naik dan SBY tidak menaikan harga maka anak-cucu kita yang mengalami suatu lonjakan harga BBM yang jauh sekali. Sebetulnya jika saja dari dulu pemerintahan RI menaikan harga BBM bertahap pelan-pelan rasanya protest masyarakat tidak akan muncul separah sekarang. Ada yang mogok makan untuk menolak BBM. Wah.. eleuh-eleuh kabina-bina hebat memang semangat juang pemuda sekarang.
Tapi apakah lebih bijaksana lagi jika tidak melakukan hal yang tidak mengakibatkan masalah baru ??

Guys yang baca … jika sekarang sedang berdomisi di luar Indonesia. Berapakah harga unleaded, leaded dan solar di tempat Anda ?
Saya yakin harganya pasti diatas harga di Indonesia. Coba postingkan di replay posting saya ini untuk share informasi buat yang lainnya.

Yang harus ada perubahan sebetulnya sekarang adalah moda transportasi kota di Indonesia. YESS kita butuh MASS TRANPORTATION …. kita butuh subway, monorail apasaja istilahnya itu. Dengan demikian kita menghemat banyak hal selain menekan kemacetan, polusi udara dan akhirnya menekan cost hidup layak. Terus terang saya sendiri di Bandung sudah malas bawa mobil kalau weekend. Karena kondisi jalan macet, mending saya pakai kendaraan dua roda saja. Tentunya akan berbeda jika moda transportasi publik sudah diperbaiki. Keengganan saya berkendaraan bukannya karena masalah macet tetapi masalah ongkos, bisa jadi bawa mobil sendiri dari Buahbatu ke Dago akan lebih mahal daripada menggunakan moda transportasi publik.  Hal ini terbalik sekarang, kendaraan pribadi jelas lebih nyaman untuk berkomuter di kota. Yah mudah-mudahan impian ini cepat terjadi.

Assalamualaikum

Wednesday, March 16th, 2005

Assalamualaikum world,

Mulai tulis blog ya, ya ya ya … ya dicoba lah. Why not right ?

Semuanya ada hikmahnya kan. Anyway saya bukan blogger .. tapi mencoba menjadi tidak apa-apa kan?

So c u friends